Depok (SMPN 23 Depok)-Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79, SMP Negeri 23 Depok menggelar berbagai perlombaan. Kegiatan lomba diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 7,8 dan 9. Serta Bapak/Ibu guru dan karyawan di lingkungan SMP Negeri 23 Depok. Kegiatan berlangsung hari Senin dan Selasa (19-20/08/2024).
Berbagai perlombaan diikuti oleh siswa-siswi mulai dari lomba individu sampai lomba kelompok. Adapun perlombaannya yaitu lomba memecahkan balon, lomba goyang kardus, lomba memasukan sedotan ke dalam botol, lomba memasukan air menggunakan cup, lomba memasukan air menggunakan corong, lomba makan kerupuk, lomba volly sarung, lomba estafet sarung, lomba estafet bola, lomba memasukan paku ke dalam botol, lomba estafet air dan lomba kebersihan kelas. Sedangkan untuk perlombaan yang diikuti oleh guru dan karwayan secara kelompok yaitu lomba volly sarung, lomba estafet bola, lomba estafet sarung dan lomba estafet air.
Kegiatan lomba dibuka pada hari Senin (19/08/2024) oleh Wakasek Bidang Kesiswaan, Ibu Atiek Indriani. Kemudian langsung dilanjutkan dengan lomba-lomba yang dipandu oleh masing-masing penanggung jawab lomba yang dibantu oleh OSIS.
Acara berlangsung lancar, meriah dan penuh semangat. Semua siswa-siswi, guru dan karyawan sangat antusias berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kemeriahan HUT RI merupakan kebahagiaan bagi seluruh warga Indonesia. Seperti halnya sekolah yang mengisi kemerdekaan dengan mengadakan perlombaan tentunya memberikan semangat dan meningkatkan kekompakan guna menghargai jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan. Selain itu, perlombaan ini juga merupakan sarana memperkuat kekompakan dan kebersamaan di antara pada siswa-siswi, guru, dan karyawan di lingkungan SMP Negeri 23 Depok.
Pada hari ini, SMPN 23 Depok melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ke 2 yang dilaksanakan oleh seluruh peserta didik baru kelas 7. MPLS dimulai dari pukul 07.00-12.00.
Kegiatan dimulai dengan Materi dari KODIM dan Materi dari Impresia.
Kemudian dilanjutkan dengan Materi Kekerasan (seksual, fisik, psikis, verbal), Bullying (perundungan), Intoleransi oleh para guru di SMPN 23 DEPOK, Setelah itu ada Ice Breaking di dalam kelas.
Pada hari ini, SMPN 23 Depok melaksanakan Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan oleh seluruh peserta didik baru kelas 7. MPLS dimulai dari pukul 07.00-12.00.
Kegiatan dimulai dengan Upacara dan Pembukaan MPLS yang dilakukan oleh ibu kepala sekolah yaitu ibu Sukmawaty Zullkifli S.Pd, kemudian dilanjutkan dengan Ice Breaking di dalam kelas. Setelah itu, dilanjutkan materi dari Polres dan materi dari PWI yang dilakukan di Aula SMPN 23 DEPOK. Setelah itu, ada perkenalan MARS SMPN 23 DEPOK, Serta pembinaan mental agama di sekolah yang dijelaskan oleh para guru SMPN 23 DEPOK.
Depok (SMP Negeri 23 Depok), Mengingat semakin dekatnya Tahun Ajaran baru 2024/2025, SMP Negeri 23 Depok melaksanakan kegiatan pra MPLS untuk menyambut siswa-siswi baru kelas VII. Pra MPLS merupakan tahap awal dari kegiatan MPLS yang bertujuan untuk memberikan suatu gambaran kepada siswa-siswi baru terkait kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan selama MPLS berlangsung.
Kegiatan pra MPLS SMP Negeri 23 Depok dilaksanakan pada hari Sabtu (13/7/2024) di Aula dan Lapangan sekolah. Adapun kegiatan pertama yang dilaksanakan yaitu pembagian gugus. Setiap siswa-siswi dibagi gugus yang dipandu oleh Pak Ahmad Mujiaki, S.Pd. Kemudian siswa-siswi berkumpul dengan gugusnya masing-masing dan memasuki Aula dengan tertib.
Kegiatan praMPLS dibuka dengan sambutan dari Wakasek Kesiswaan, Ibu Atiek Indriani, S.Pd. Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan MPLS, pembacaan tata tertib dan informasi mengenai perlengkapan apa saja yang harus dibawa oleh siswa-siswi pada saat MPLS berlangsung, yang disampaikan oleh Pak Reza Permana Putra, S.Pd.
Setelah itu, setiap gugus diarahkan untuk membuat yel-yel yang dipandu oleh Ibu Rika Desi Kencana, S.Pd. dan kakak-kakak OSIS. Setiap gugus membuat yel-yel yang menjadi ciri khas mereka dan kemudian menampilkannya. Hal ini bertujuan supaya siswa-siswi dapat saling mengenal satu sama lain dan dapat terjalinnya kebersamaan dan kekompakan diantara para siswa-siswi baru di SMP Negeri 23 Depok.
Kegiatan PraMPLS berjalan dengan lancar dan siswa-siswi baru dapat mengikutinya dengan baik. Semoga kegiatan MPLS yang akan dilaksanakan mulai hari Senin-Jumat (15-19/7/2024) juga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita semua.
Depok (SMPN 23 Depok) – Dalam rangka persiapan menyambut tahun ajaran baru 2024/2025, SMP Negeri 23 Depok terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengadakan workshop penguatan kompetensi guru melalui refleksi diri dan model pembelajaran yang terintegrasi literasi dan numerasi pada kurikulum merdeka dalam menyikapi desain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Kegiatan workshop berlangsung selama dua hari, yaitu hari Senin dan Selasa (8-9/7/2024) di Aula SMP Negeri 23 Depok.
Di hari pertama, workshop dimulai dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri 23 Depok, Ibu Sukmawaty Zulkifli, M.Pd. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan workshop oleh Kasi Kurikulum dan penilaian SMP Kota Depok, Bapak Muhammad Yusuf, M.Pd. Saat membuka kegiatan, Pak Yusuf menyampaikan beberapa hal, di antaranya tentang visi misi kota Depok, Program Kerja Wali Kota Depok, Rapor Pendidikan dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. “Dalam projek penguatan profil pelajar pancasila yang diutamakan adalah proses, bukan produk. Jadi tolak ukur keberhasilan suatu projek tidak dilihat dari produk saja, melainkan saat proses projek berlangsung yang diharapkan dapat memunculkan karakter siswa yang sesuai dengan profil pelajar pancasila” ujar Pak Yusuf.
Sesuai dengan tema workshop tentang penguatan kompetensi guru melalui reflkesi diri, kami menghadirkan narasumber untuk menyampaikan materi tersebut, yaitu Ibu Siti Yulaikhah, M.Pd yang merupakan pengawas pendamping SMP Negeri 23 Depok. Adapun materi yang dibawakan yaitu pengertian refleksi, manfaat refleksi, jenis-jenis refleksi, metode refleksi dan strategi refleksi. Beliau menyampaikan pentingnya refleksi diri bagi guru karena dapat mengetahui sejauh mana kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana dan guru dapat terus melakukan upaya perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran. Bapak dan Ibu guru peserta workshop juga diajak untuk mengisi refleksi dengan menggunakan media digital classpoint. Lalu diberikan tugas kelompok sesuai dengan rumpun mata pelajaran untuk membuat refleksi dari pembelajaran yang telah dilaksanakan di kelas dengan memanfaatkan berbagai media digital (canva, classpoint, kahoot, slido, quizizz) dan menggunakan salah satu metode refleksi yaitu F4 (fact, feeling, finding, future). Kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Kegiatan workshop diselingi dengan ice breaking yang dipandu oleh Pak Husni Thamrin, S.Pd.I. Lalu dilanjutkan dengan membuat modul ajar projek penguatan profil pelajar pancasila untuk kelas 7, 8, dan 9 terdiri dari delapan tema projek yang dipandu oleh wakasek bidang kurikulum SMPN 23 Depok, Ibu Suci Wulandari M., S.S. Bapak Ibu guru secara berkelompok membuat rencana projek yang akan dilaksanakan serta alur kegiatannya dalam setiap pertemuan.
Kegiatan workshop dilanjutkan pada hari kedua membahas tentang Model Pembelajaran yang Terintegrasi Literasi dan Numerasi pada Kurikulum Merdeka dengan narasumber Ibu Dra.Tati Setiawati M, M.Pd.
Adapun materi yang disampaikan di antaranya mengenai model pembelajaran PBL (Problem Based Learning), PJBL (Project Based Learning) dan Cooperative Learning. Bu Tuti menyampaikan materi dengan pendekatan yang sangat menarik, bapak dan ibu guru dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian berdiskusi mengenai penerapan model pembelajaran, lalu mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilaksanakan. Setiap guru juga diberikan tugas untuk membuat kegiatan inti pembelajaran dengan menggunakan salah satu model pembelajaran.
Pemaparan materi tidak hanya sampai disitu saja, karena dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai literasi dan numerasi. Lalu diberikan penguatan mengenai persoalan pemahaman literasi dan numerasi. “Literasi dan numerasi selalu terintegrasi, numerasi bukan matematika dan literasi bukan membaca. Tujuan akhir literasi numerasi adalah kemampuan berfikir kritis” Ujar Bu Tuti.
Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bu Tuti bahwa literasi dan numerasi tidak berdiri sendiri melainkan saling berintegrasi juga dengan model pembelajaran. Dengan adanya integrasi model pembelajaran PBL, PJBL, literasi dan numerasi diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang komprehensif dan bermakna bagi siswa.
Setelah semua kegiatan selesai, workshop pun ditutup oleh MC dengan mengucap hamdalah“Alhamdulillah hirabbil alamin”. Semoga kegiatan workshop dengan pemaparan materi dan praktik selama dua hari ini dapat menambah ilmu bagi bapak Ibu guru serta dapat mengimplementasikannya dalam pembelajaran di sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatnya kompetensi guru.