
Oleh: Wulan Sari Abasiah, S.Pd
Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 23 Depok
Sentuhan Emosi dalam Layanan BK
Bimbingan dan Konseling (BK) tidak hanya membantu siswa menyelesaikan masalah, tetapi juga mengajarkan empati, rasa hormat, dan kasih sayang. Di SMP Negeri 23 Depok, guru BK mencoba menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna melalui kegiatan “Surat Tertutup” sebuah permainan sederhana yang membuat siswa merasakan perhatian dan cinta dari orang tua mereka.
Sebelum kegiatan dimulai, siswa diminta untuk meminta orang tua menulis surat berisi pesan, harapan, atau doa untuk anaknya. Surat dikumpulkan dalam amplop tertutup dan baru dibuka pada saat pelajaran BK berlangsung.
Di kelas, suasana dibuat tenang dan nyaman. Satu per satu siswa membaca surat dari orang tua mereka secara pribadi. Banyak yang terharu, bahkan ada yang meneteskan air mata karena baru pertama kali membaca pesan yang begitu menyentuh.
Setelah membaca, beberapa siswa secara sukarela membagikan perasaan mereka. “Saya baru tahu kalau Ayah selama ini bangga sama saya, walau ibu sudah tidak lagi ada bersama” kata salah satu siswa dengan mata berbinar.
Makna di Balik Surat
Melalui kegiatan ini, siswa belajar memahami perasaan dan harapan orang tua. Hubungan antara anak dan orang tua pun menjadi lebih dekat. Orang tua juga merasa senang karena bisa menyampaikan pesan hati yang selama ini sulit diungkapkan secara langsung.
Menurut Wulan Sari Abasiah, S.Pd, guru BK pelaksana kegiatan:
“Surat Tertutup adalah cara sederhana untuk menyentuh hati siswa. Dari surat itu, mereka belajar tentang kasih sayang, empati, dan tanggung jawab.”
Setelah membaca surat dari orang tua, siswa diminta menulis balasan sebagai bentuk komunikasi dua arah. Surat-surat ini membantu memperkuat hubungan keluarga dan menumbuhkan kebiasaan berkomunikasi dengan cara yang hangat dan positif.
Kegiatan “Surat Tertutup” membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dilakukan dengan cara yang sederhana namun bermakna. Melalui selembar surat, siswa belajar memahami kasih sayang orang tua dan termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik. Kadang, pesan singkat dari orang tua bisa menjadi sumber semangat terbesar bagi anak.
Di akhir kegiatan, penulis sekaligus guru BK, Wulan Sari Abasiah, S.Pd, berpesan:
“Saya Wulan Sari Abasiah, guru yang percaya bahwa setiap anak memiliki sisi lembut yang bisa disentuh — dengan pendekatan yang tepat tentunya.”


