Panen Seru di Kebun Sekolah, Siswa SMPN 23 Depok Belajar Berwirausaha melalui Fresh Market

Oleh: Rindayu Salfaira Adiana  ( IX.7 )

Depok, 7 Oktober 2025 – Club Urban Farming SMP Negeri 23 Depok melaksanakan kegiatan panen di kebun yang terletak di sisi samping sekolah. Beragam jenis tanaman berhasil dipanen oleh anggota Club Urban Farming, mulai dari kacang-kacangan, buah-buahan, hingga sayuran.

 Kegiatan panen di kebun ini dilakukan oleh teman – teman anggota Club Urban Farming SMP Negeri 23 Depok, dengan pendampingan dari pembina Club Urban Farming. “Hari ini kami memanen kacang tanah, jagung, pepaya, serai, dan daun singkong,” ujar Ibu Ninik Sugiati, selaku pembina Club Urban Farming SMP Negeri 23 Depok.

Hasil panen yang dilakukan pada 7 Oktober 2025 selanjutnya dijual dalam kegiatan Fresh Market yang diselenggarakan pada 8 Oktober 2025 di SMP Negeri 23 Depok. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar mempraktikkan prinsip kewirausahaan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Posted in Kegiatan Siswa | Leave a comment

Edukasi Gizi Seimbang: Cegah Anemia, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Oleh: Wida Ayu Firdayani, S. Pd

Depok, 19 September 2025 – Guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang bagi remaja putri, Pertamina Gas Negara (PGN) bekerja sama dengan Puskesmas Harjamukti dan RS Melia menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Pencegahan Stunting Sedari Dini dan Anemia” di SMPN 23 Depok. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik perempuan serta guru dengan penuh antusias.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah Ibu Sukmawaty Zulkifli, S. Pd, M. Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa masalah stunting dan anemia masih menjadi tantangan serius bagi anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, sekolah berkomitmen untuk mendukung upaya edukasi dan pencegahan agar para siswa serta orang tua memahami pentingnya menjaga pola makan sehat sejak dini. Beliau menekankan bahwa edukasi seperti ini sejalan dengan program sekolah sehat dan ramah anak, serta dapat menjadi bekal bagi siswa dalam membiasakan gaya hidup sehat.

Sesi inti diisi oleh dr. Nurgahayu Widyawardani, M.Gizi., Sp.GK., AIFO-K, seorang dokter spesialis gizi. Dalam paparannya, beliau menjelaskan mengenai pencegahan stunting dan anemia. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Dampak jangka panjang dari stunting antara lain hambatan perkembangan otak, penurunan prestasi belajar, serta berkurangnya produktivitas di masa depan.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb). Penyebab anemia pada remaja antara lain kurangnya asupan nutrisi, menstruasi dengan perdarahan berat, serta adanya gangguan kesehatan lainnya.

Gejala anemia meliputi mudah lelah dan lemas, kulit serta bibir tampak pucat, sesak napas, jantung berdebar, pusing, sulit berkonsentrasi, dan lebih rentan sakit.

Dampak anemia pada remaja dapat berupa terhambatnya pertumbuhan, menurunnya prestasi belajar, berkurangnya energi dan semangat, serta terganggunya suasana hati.

Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, rutin minum tablet tambah darah, mengonsumsi vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan pola hidup sehat.

Setelah pemaparan materi, peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya dalam sesi diskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan aksi simbolis minum tablet tambah darah bersama-sama sebagai wujud komitmen pencegahan anemia pada remaja putri.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan seluruh peserta didik semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia sejak dini, sehingga bersama-sama dapat mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Posted in Kegiatan Siswa | Leave a comment

“Meriah dan Khidmat, Peringatan Maulid Nabi di SMPN 23 Depok Inspirasi Akhlak Mulia”

Oleh : Rika Desi Kencana, S.Pd

SMP Negeri 23 Depok menyelenggarakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jum’at, 12 September 2025, dengan penuh khidmat dan semarak. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Untuk Persatuan dan Kemajuan Bangsa Indonesia”.

Acara diawali dengan shalat Dhuha bersama dan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Neng Ara Mutiara, disusul saritilawah yang dibacakan oleh Ananda Dhika Anazwar. Suasana menjadi semakin syahdu ketika lantunan ayat suci mengalun dengan indah, membuka hati para hadirin untuk meneladani nilai-nilai luhur yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Kepala Sekolah, Ibu Sukmawaty Zulkifli, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan kerohanian di sekolah, termasuk mengingatkan mengenai pelaporan kegiatan keagamaan (rapor kerohanian) sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan akhlak peserta didik. Beliau juga mengingatkan kembali kepada seluruh siswa untuk menjaga shalat, kejujuran, serta kedisiplinan, sebagai wujud nyata meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Darmawansyah, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tiga pesan penting dari Nabi Muhammad SAW, yaitu:

  1. Shalat sebagai tiang agama yang wajib ditegakkan oleh setiap muslim.
  2. Pentingnya memuliakan wanita (Annisa) sesuai ajaran Islam.
  3. Perhatian Nabi terhadap umatnya (Ummati) yang selalu beliau doakan hingga akhir hayat.

Ustadz juga mengingatkan jamaah untuk meneladani sunnah Rasul, seperti membiasakan makan dan minum sambil duduk. Beliau menegaskan bahwa umat Rasulullah adalah mereka yang senantiasa bershalawat kepada beliau, sebagai bentuk cinta dan penghormatan.

Suasana semakin meriah dengan pembacaan rawi yang dipimpin oleh Ibu Mardiyanah, S.Pd., M.Pd bersama para guru Muslimah SMPN 23 Depok, diiringi tim hadroh sekolah. Penampilan dilanjutkan dengan kolaborasi tim hadroh dan tim marawis SMPN 23 Depok, yang menambah kekhidmatan sekaligus keceriaan dalam peringatan Maulid Nabi kali ini.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama ekstrakurikuler Rohis dan OSIS, serta melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, hingga peserta didik. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan Maulid Nabi diharapkan dapat mempererat tali ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Posted in Guru dan Pegawai, Kegiatan Siswa | Leave a comment

SMPN 23 Depok Gelar Workshop Sekolah Aman Bicara

Oleh : Rika Desi Kencana, S.Pd

Pada Kamis, 11 September 2025, SMPN 23 Depok bekerja sama dengan Komunitas Pemimpin ID Depok mengadakan Workshop Sekolah Aman Bicara dengan fokus pembahasan pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan ini diikuti oleh 80 siswa dan 10 guru, serta berlangsung penuh semangat dan antusiasme.

Acara dipimpin oleh Apt. Isrini Qaidatul Ilmi, S.Farm. selaku ketua pelaksana. Dalam sambutannya, Isrini menyampaikan bahwa workshop ini hadir agar semua peserta didik berani bersuara dan saling menjaga. “Tujuan kegiatan ini bukan hanya untuk mencegah pelecehan dan kekerasan, tetapi juga untuk membangun ruang aman bagi semua,” ungkapnya.

Kepala SMPN 23 Depok, Ibu Sukmawaty Zulkifli, S.Pd., M.Pd., juga memberikan pesan penting kepada siswa-siswi. Beliau berharap agar seluruh peserta dapat menyerap ilmu dan pengetahuan yang disampaikan, kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya ingin anak-anak berani berbicara kepada pihak yang berwenang jika menghadapi masalah terkait kekerasan seksual,” tegasnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber inspiratif. Pertama, Kak Fatiyyah Hamasah, S.Psi., mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Indonesia (UI). Ia menyampaikan materi bertema Sadari, Peduli, dan Lindungi, yang mengulas perbedaan pelecehan dan bercanda, serta dampak serius dari kekerasan seksual.

Narasumber kedua adalah Kak Nerissa Arviana, M.Psi., seorang Psikolog Klinis Anak & Remaja dari UPTD PPA Kota Depok. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya anak-anak berani berbicara serta peran sistem sekolah dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik dan guru dapat lebih peduli, berani bersuara, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.

https://www.instagram.com/reel/DOhc650ktA8/?igsh=MWxleXV0cGVsdnRiaw==

Posted in Guru dan Pegawai, Kegiatan Siswa | Leave a comment

Dari Jenuh menjadi Antusias: Praktik Baik Pembelajaran IPA yang Menggugah Rasa Ingin Tahu

Rizka Dwie Suci Wulandari, S.Pd

Pembelajaran IPA sering kali dianggap sulit dan membosankan oleh sebagian peserta didik. Di kelas, saya sering menemukan peserta didik yang tampak jenuh, pasif, dan hanya mencatat tanpa benar-benar memahami konsep yang dipelajari. Hal ini sangat terasa ketika saya mengajarkan materi perubahan fisika dan kimia di kelas VII SMP Negeri 23 Depok. Banyak peserta didik yang mampu menghafal definisi, tetapi masih keliru ketika diminta mengklasifikasikan peristiwa sehari-hari. Ada yang menyebut air menguap sebagai perubahan kimia, dan ada pula yang menganggap kayu terbakar hanya sebagai perubahan fisika. Dari sini saya menyadari bahwa pemahaman mereka masih bersifat permukaan dan belum menyentuh pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan.

Sebagai guru, saya menghadapi tantangan besar. Saya ingin menumbuhkan rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran IPA. Saya berharap mereka tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga benar-benar memahami, menyelami, dan mampu menjelaskan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Saya juga ingin mereka lebih berani berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dalam kelompok. Namun, kenyataannya tidak semua peserta didik merasa percaya diri. Ada yang pendiam, ada yang terlalu dominan, dan ada pula yang lebih nyaman bekerja sendiri. Kondisi ini membuat saya tertantang untuk merancang pembelajaran yang dapat mengakomodasi keragaman karakter mereka sekaligus membangkitkan antusiasme belajar.

Untuk menjawab tantangan itu, saya kemudian merancang pembelajaran dengan model Discovery Learning yang dipadukan dengan praktikum dan strategi kolaboratif Two Stay Two Stray. Saya memulai pembelajaran dengan pemantik berupa video peristiwa perubahan zat seperti terjadinya perkaratan pada besi. Saya tidak langsung menjelaskan, tapi justru mendorong mereka bertanya: “Apa yang terjadi?” “Kenapa bisa berubah?”. Kemudian saya mengajak peserta didik melakukan ice breaking berupa tebak-tebakan perubahan zat dengan bendera bertuliskan “Fisika” atau “Kimia”. Saya tampilkan gambar-gambar, dan mereka harus menjawab cepat dengan mengangkat bendera. Aktivitas sederhana ini ternyata berhasil membangkitkan semangat peserta didik di awal pembelajaran. Setelah itu, mereka saya bagi dalam kelompok untuk melakukan praktikum. Setiap kelompok melakukan dua percobaan yang berbeda-beda, satu yang menunjukkan perubahan fisika dan satu lagi perubahan kimia, dengan bahan-bahan yang mudah ditemui di sekitar. Mereka mencatat, berdiskusi, dan menarik kesimpulan. Saya hanya mendampingi dan memberikan pertanyaan pemandu. Saya tidak memberi jawaban, tapi mendorong mereka untuk menyimpulkan sendiri.

Setelah praktikum, saya meminta mereka melakukan diskusi menggunakan strategi Two Stay Two Stray. Dua orang peserta didik bertugas tinggal di kelompok untuk menjelaskan hasil percobaan, sementara yang lainnya berkunjung ke kelompok lain untuk mendengarkan penjelasan. Dengan cara ini, mereka belajar saling berbagi hasil, mendengarkan pendapat, dan memperluas pemahaman. Saya juga menambahkan demonstrasi tantangan berupa percobaan balon yang mengembang akibat reaksi antara soda kue dan cuka. Peserta didik sangat antusias melihat peristiwa ini karena terasa nyata dan mengesankan. Di akhir pembelajaran, saya mengajak mereka bermain kuis interaktif “blooket” untuk memperkuat pemahaman, dan suasana kelas pun semakin hidup. Sepanjang proses, saya berperan bukan sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator pembelajaran. Saya memberi ruang bagi peserta didik untuk mengeksplorasi, berdiskusi, dan belajar dari pengalaman.

Di akhir pembelajaran, saya ajak mereka merenung: “Apa yang kalian pelajari hari ini?” Beberapa menjawab, “Ternyata perubahan zat itu ada di sekitar kita.” Ada yang bilang, “Saya jadi lebih berani ngomong.” Dan ada yang bangga karena bisa menjelaskan ke teman. Saya pun ikut merefleksikan. Ternyata, dengan pendekatan yang tepat, peserta didik bisa belajar lebih dalam. Mereka tidak hanya tahu apa itu perubahan fisika dan kimia, tapi juga mengapa dan bagaimana itu terjadi. Saya melihat mereka berpikir kritis saat membandingkan hasil eksperimen, berkomunikasi dengan lebih percaya diri, dan berkolaborasi dengan seimbang. Bagi saya, ini bukan sekadar keberhasilan menyampaikan materi. Ini adalah proses membentuk karakter. Membentuk peserta didik yang tangguh, aktif, dan punya keinginan untuk terus belajar.

Dari proses ini, saya melihat perubahan yang menggembirakan. Peserta didik yang awalnya pasif mulai berani bertanya dan berdiskusi. Mereka yang semula jenuh menjadi lebih antusias, bahkan tampak bersemangat untuk mencoba sendiri praktikum di rumah. Pemahaman konsep perubahan fisika dan kimia meningkat, ditunjukkan dengan kemampuan mereka menjelaskan perbedaan kedua jenis perubahan tersebut dengan contoh yang relevan. Rasa percaya diri mereka pun tumbuh, mereka lebih berani menyampaikan pendapat di depan teman-temannya. Selain itu, kerja kelompok menjadi lebih seimbang, tidak lagi didominasi oleh satu atau dua peserta didik saja.

Bagi saya, dampak terbesar dari praktik baik ini adalah tumbuhnya tiga dimensi profil lulusan dalam diri peserta didik, yaitu kolaborasi, penalaran kritis, dan komunikasi. Melalui pembelajaran ini, mereka belajar untuk bekerja sama, menganalisis hasil praktikum secara kritis, serta mengasah kemampuan menyampaikan pendapat dengan jelas.

Melalui praktik ini, saya semakin yakin bahwa tugas guru bukan hanya menyampaikan materi, melainkan juga memfasilitasi rasa ingin tahu, membuka ruang eksplorasi, dan membentuk karakter peserta didik. Dari kelas yang awalnya jenuh, kini tumbuh semangat belajar dan antusiasme yang nyata. Semoga praktik baik ini bisa menginspirasi rekan-rekan guru lain untuk terus menghadirkan pembelajaran yang joyful, meaningful, dan mindful.

Posted in GUMELIS | Leave a comment