Edukasi Gizi Seimbang: Cegah Anemia, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Oleh: Wida Ayu Firdayani, S. Pd

Depok, 19 September 2025 – Guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang bagi remaja putri, Pertamina Gas Negara (PGN) bekerja sama dengan Puskesmas Harjamukti dan RS Melia menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Pencegahan Stunting Sedari Dini dan Anemia” di SMPN 23 Depok. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik perempuan serta guru dengan penuh antusias.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah Ibu Sukmawaty Zulkifli, S. Pd, M. Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa masalah stunting dan anemia masih menjadi tantangan serius bagi anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, sekolah berkomitmen untuk mendukung upaya edukasi dan pencegahan agar para siswa serta orang tua memahami pentingnya menjaga pola makan sehat sejak dini. Beliau menekankan bahwa edukasi seperti ini sejalan dengan program sekolah sehat dan ramah anak, serta dapat menjadi bekal bagi siswa dalam membiasakan gaya hidup sehat.

Sesi inti diisi oleh dr. Nurgahayu Widyawardani, M.Gizi., Sp.GK., AIFO-K, seorang dokter spesialis gizi. Dalam paparannya, beliau menjelaskan mengenai pencegahan stunting dan anemia. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Dampak jangka panjang dari stunting antara lain hambatan perkembangan otak, penurunan prestasi belajar, serta berkurangnya produktivitas di masa depan.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb). Penyebab anemia pada remaja antara lain kurangnya asupan nutrisi, menstruasi dengan perdarahan berat, serta adanya gangguan kesehatan lainnya.

Gejala anemia meliputi mudah lelah dan lemas, kulit serta bibir tampak pucat, sesak napas, jantung berdebar, pusing, sulit berkonsentrasi, dan lebih rentan sakit.

Dampak anemia pada remaja dapat berupa terhambatnya pertumbuhan, menurunnya prestasi belajar, berkurangnya energi dan semangat, serta terganggunya suasana hati.

Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, rutin minum tablet tambah darah, mengonsumsi vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan pola hidup sehat.

Setelah pemaparan materi, peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya dalam sesi diskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan aksi simbolis minum tablet tambah darah bersama-sama sebagai wujud komitmen pencegahan anemia pada remaja putri.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan seluruh peserta didik semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia sejak dini, sehingga bersama-sama dapat mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

This entry was posted in Kegiatan Siswa. Bookmark the permalink.