


Oleh : Rika Desi Kencana, S.Pd
Pada Kamis, 11 September 2025, SMPN 23 Depok bekerja sama dengan Komunitas Pemimpin ID Depok mengadakan Workshop Sekolah Aman Bicara dengan fokus pembahasan pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan ini diikuti oleh 80 siswa dan 10 guru, serta berlangsung penuh semangat dan antusiasme.
Acara dipimpin oleh Apt. Isrini Qaidatul Ilmi, S.Farm. selaku ketua pelaksana. Dalam sambutannya, Isrini menyampaikan bahwa workshop ini hadir agar semua peserta didik berani bersuara dan saling menjaga. “Tujuan kegiatan ini bukan hanya untuk mencegah pelecehan dan kekerasan, tetapi juga untuk membangun ruang aman bagi semua,” ungkapnya.
Kepala SMPN 23 Depok, Ibu Sukmawaty Zulkifli, S.Pd., M.Pd., juga memberikan pesan penting kepada siswa-siswi. Beliau berharap agar seluruh peserta dapat menyerap ilmu dan pengetahuan yang disampaikan, kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya ingin anak-anak berani berbicara kepada pihak yang berwenang jika menghadapi masalah terkait kekerasan seksual,” tegasnya.
Workshop menghadirkan dua narasumber inspiratif. Pertama, Kak Fatiyyah Hamasah, S.Psi., mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Indonesia (UI). Ia menyampaikan materi bertema Sadari, Peduli, dan Lindungi, yang mengulas perbedaan pelecehan dan bercanda, serta dampak serius dari kekerasan seksual.
Narasumber kedua adalah Kak Nerissa Arviana, M.Psi., seorang Psikolog Klinis Anak & Remaja dari UPTD PPA Kota Depok. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya anak-anak berani berbicara serta peran sistem sekolah dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik dan guru dapat lebih peduli, berani bersuara, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.
https://www.instagram.com/reel/DOhc650ktA8/?igsh=MWxleXV0cGVsdnRiaw==