

Oleh: Wida Ayu Firdayani, S. Pd
Perundungan (bullying) masih menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Bullying, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media digital, dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang bagi korban, pelaku, maupun saksi. Oleh karena itu, sekolah perlu mengambil langkah nyata dalam mencegah terjadinya bullying dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses edukasi dan pembentukan komitmen bersama.
Kegiatan pembiasaan antibullying yang dilaksanakan pada hari jumat (22/08) bertempat di ruang kelas masing-masing dan dipimpin oleh tim antibulying. Kegiatan yang dilakukan yaitu memilih duta antibullying untuk kelas VIII dan membuat deklarasi antibullying untuk kelas IX.
Untuk kegiatan pemilihan duta antibullying di kelas VIII dengan cara siswa berdiskusi dikelas dengan bantuan tim antibullying yang memfasilitasi diskusi terbuka mengenai pengertian bullying, bentuk – bentuknya, dampak yang ditimbulkan, serta pengalaman nyata yang mungkin pernah dialami siswa. Pemilihan dilakukan secara voting oleh seluruh siswa untuk mendapatkan perwakilan kelas menjadi duta antibullying. Setelah duta antibullying terpilih,siswa kelas VIII dan IX membuat deklarasi antibullying dengan menggunakan bahan yang sudah dibawa yaitu kertas karton dan sticky note. Siswa diminta untuk menulis komitmen untuk menghargai dan menghormati setiap teman tanpa membedakan latar belakang, suku, agama dan kondisi fisik pada sticky note kemudian ditempel di kertas karton dan ditanda tangani seluruh siswa.
Pemilihan dan pembuatan deklarasi antibullying merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Dengan melibatkan siswa agar mereka merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjunjung tinggi komitmen tersebut. Deklarasi antibullying bukan sekadar teks di atas kertas, melainkan semangat bersama dalam mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan.
https://www.instagram.com/p/DNqHoowPxQm